Selasa, 26 Juni 2012

Perlukah Pembagian Kondom Gratis Oleh Menkes?

 http://www.mirifica.net/uploadan/thumb/51kondom2.jpg
Maraknya pemberitaan pembagian kondom gratis menuai pro dan kontra. Sejumlah pihak mendukung hal itu sebagai upaya penyebaran HIV/AIDS atau kehamilan di usia muda. Namun tak sedikit yang ragu cara itu dapat menekan penularan penyakit kelamin dan meragukan manfaatnya bagi kalangan wanita dan remaja.

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, Senin (25/6) mengatakan, pembagian kondom gratis hanya dilakukan di lingkungan lokalisasi atau tempat beresiko penularan, seperti pelacuran, tempat pariwisata, panti pijat.

Sementara untuk kalangan remaja di sekolah-sekolah, pihaknya lebih mengedepankan pemberian pendidikan tentang kesehatan reproduksi, narkotika, obat perangsang, dan sebagainya.

Tanggapan pun mengemuka dari Anggota Komisi IX DPR RI, Zuber Safawi. Dia meminta pemerintah membatasi peredaran dan penjualan kondom di tempat umum, seperti halnya peredaran miras dan obat-obatan tipe tertentu.

"Peredaran kondom harusnya dibatasi hanya untuk mereka yang sudah ber-KTP menikah bila tidak ingin budaya sex bebas meluas lebih jauh," kata dia di DPR, Senin (25/6).

Zuber menilai, mudahnya publik mendapatkan kondom di pasaran tanpa ada syarat batasan usia atau identitas justru meningkatkan peluang meluasnya budaya sex bebas.

Ia menyebutkan contoh salah satu kasus penjualan produk coklat yang dikemas dengan kondom sebagai hadiahnya, ironisnya promo tersebut berlaku dalam rangka menyambut hari valentin, dimana kebanyakan remaja merayakannya.

"Jangan sampai kampanye kondom salah sasaran, bukannya menanggulangi penularan, tetapi malah memperluas perilaku seks beresiko," tambahnya.

Zuber setuju, peredaran kondom hanya berlaku untuk pasangan menikah dengan tujuan KB maupun mereka yang terjangkit HIV/AIDS agar tidak menularkan pada pasangannya.


Jangan lupa Jempolnya...thanks..

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More